Panduan • Banyak Jenazah

Sholat Jenazah

Beberapa jenazah dapat disholatkan sekaligus dalam satu sholat. Panduan ini merangkum susunan jenazah hingga salam.

Mode Cepat 4 Takbir

Ringkasan
01 • Takbir PertamaAl-Fatihah.
02 • Takbir KeduaShalawat kepada Nabi ﷺ.
03 • Takbir KetigaDoakan seluruh jenazah.
04 • Takbir KeempatDoa singkat, lalu salam.
Susunan Jenazah

1Atur posisi jenazah

Jika jenazah terdiri dari laki-laki dan perempuan, jenazah laki-laki ditempatkan lebih dekat kepada imam dan jenazah perempuan lebih dekat ke arah kiblat.

Jika hanya satu jenis kelamin, susun jenazah dengan rapi lalu imam mengambil posisi yang sesuai.

2Niat

Niat cukup di dalam hati untuk melaksanakan sholat jenazah atas seluruh jenazah karena Allah.

3Takbir Pertama

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Kemudian membaca Al-Fatihah dengan pelan.

4Takbir Kedua

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Kemudian bershalawat kepada Nabi ﷺ. Boleh membaca shalawat Ibrahimiyah yang biasa dibaca dalam tasyahud.

5Takbir Ketiga

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Doakan seluruh jenazah. Bila belum hafal bentuk jamak dalam bahasa Arab, tetap niatkan doa untuk semua jenazah dan ikuti imam.

Yang penting doa ditujukan kepada seluruh jenazah, bukan hanya salah satunya.

6Takbir Keempat

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Berdoa singkat, kemudian salam.

7Salam

Akhiri sholat dengan salam. Dalam rincian fiqih dikenal praktik satu atau dua salam.

Setelah Salam

Doa berjamaah dengan suara keras setelah salam tidak dicantumkan sebagai bagian tetap tata cara sholat jenazah.

📖 Lihat Dalil & Sumber
  • Banyak jenazah sekaligus: terdapat riwayat Ibnu Umar mensholatkan beberapa jenazah sekaligus; laki-laki diletakkan lebih dekat kepada imam dan perempuan lebih dekat ke arah kiblat.
  • Empat takbir: hadis tentang sholat jenazah Najasyi dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
  • Al-Fatihah: riwayat Ibnu Abbas dalam Sahih al-Bukhari.
  • Shalawat dan doa: riwayat Abu Umamah bin Sahl.

Catatan: rincian yang memiliki lebih dari satu praktik fiqih tidak ditulis seolah hanya ada satu bentuk yang sah.

Panduan ini adalah ringkasan praktis. Untuk kondisi khusus atau rincian susunan jenazah, ikuti penjelasan ustaz atau imam yang memahami fiqih jenazah.